Bagi pecinta tanaman hias saya rasa sudah tidak asing dengan Aglaonema. Tanaman hias yang satu ini memang sedang naik daun. Hal yang menarik dari tanaman ini adalah bentuk dan warna daunnya yang eksotis. Tak eran jika banyak yang menyukainya. Banyak permintaan tanman Aglaonema. Dimana-mana dicari. Sehingga harga jualnya pun semakin tinggi.
Tinginya harga jual tanaman Aglaonema ini di pasar membuat banyak orang yang mengumpulkannya. Ada yang hanya sebagai pengepul, membeli dari berbagai petani kemudian di jual lagi. Ada juga yang membudiayakan dan memperbanyak sendiri.
Kini, usaha tanaman hias ini menambah peluang income dan pekerjaan. Terlebih saat ini dalam keadaan pandemi covid-19. Warga banyak berkaivitas di rumah. Sangat cocok apabila mereka memanfaatkan waktu bekerja dari rumah itu dengan betani tanaman bunga.
Teruntuk temen-temen yang juga mau terjun bertani tanaman Aglaonema, coba kita pelajari dulu tentang tanaman ini. Mudah-mudahan engan kita memahami tanaman Aglaonema ini, kita bisa bertani dengan baik atau paling tidak menambah wawasan tanaman Aglaonema.
Tentang Aglaonema
Aglaonema berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata aglaos yang berarti terang dan nema yang berarti benang (benang sari). Dengan demikian aglaonema dapat di artikan sebagai pembawa energi ‘terang’.
Di Indonesia, aglaonema dikenal juga dengan nama sri rejeki. Ada pun di China, aglaonema disebut wan nien ching.
Thailand sebagai negara yang maju dalam tanaman hortikultura terus mengembangkan tanaman daun ini. Dari hasil pengembangan tersebut, sekarang telah tampak banyak aglaonema hibrida yang dihasilkan oleh negara siam tersebut. Warna daun aglaonema pun lebih bervariasi dan warna-warni, dari hijau, putih, hingga merah dan kuning.
Tanaman Aglaonema merupakan salah satu jenis tanaman hias daun karena keindahan tanaman ini terletak pada bentuk, corak, dan warna daunnya. Tanaman ini berasal dari negara Asia, seperti Cina bagian selatan, Indonesia, Malaysia, Birma, Thailand, dan Philipina. Di habitat aslinya, tanaman ini hidup di hutan dengan pencahayaan yang terbatas.
Dalam klasifikasi penamaan ilmiah, Aglaonema masih satu famili dengan tanaman anthurium, philodendron, difenbachia (blanceng), yaitu famili Araceae. Famili tersebut mempunyai anggota dengan ukuran daun yang relatif besar. Adapun secara lengkap sistematika aglaonema sebagai berikut.
Filum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
sub-divisi : Angiospermae
Kelas :Monocotyledoneae
Ordo : Araceales
Famili : Araceae
Genus : Aglaonema
Penampakan
Tanaman Aglaonema mempunyai tinggi yang beragam, dari puluhan hingga raturan sentimeter, tergantung dari jenisnya. Seperti tanaman lain, Aglaonema juga mempunyai bagian-bagian akar, batang, daun, bunga, dan buah. Aglaonema mempunyai akar serabut. Akar tersebut tampak berisi (gemuk) dan berwarna putih bila kondisi tanaman cukup sehat. Sementara tanaman yang sakit, akarnya kurus dan berwarna cokelat.
Batang aglaonema termasuk pendek, tertutup oleh daun.
Batang umumnya berwarna hijau muda, putih, atau merah muda. Batang tersebut
tidak berkayu dan banyak mengandung air. Umumnya, aglaonema spesies (alam)
mempunyai daun yang berwarna hijau dengan corak hijau kehitaman. Dengan
munculnya aglaonema hibrida, warna daun lebih bervariasi, seperti putih, hijau
muda, hijau tua, merah muda, merah, hingga kuning. Bentuk dan ukuran daun
bermacam-macam, tergantung dari jenisnya. Permukaan daun rata dan licin, tidak
berbulu. Tepi daun rata. Daun mempunyai tangkai dan pelepah yang memeluk dan
menutupi batang sehingga secara umum batang tanaman tidak tampak.
Meskipun tanaman hias daun, Aglaonema juga memiliki bunga. Bunga muncul di ketiak daun, bentuknya bulir dan berwarna putih. Bunga tertutup oleh seludang berwarna putih kehijauan. Bila tidak dilakukan penyilangan, bunga dipetik agar zat hara yang terserap tidak dipergunakan untuk pertumbuhan bunga, tetapi untuk pembentukan daun.
Pada umumnya, daun baru akan berukuran lebih
kecil bila bunga dibiarkan tumbuh. Bunga aglaonema terdiri dari spata dan
spadiks. Spata merupakan seludang bunga. Spata ini masih dalam posisi
membungkus spadiks (bunga) sampai bunga tersebut terbuka. Tingkat atau
derajat terbukanya spatha juga berbeda-benda untuk setiap jenis. Bunga jantan
(staminate) terletak diposisi atas spadiks, sedangkan bunga betina (pistillate)
terletak di bagian bawah. Semua aglaonema mempunyai tipe bunga yang sama.
Perbedaannya hanya pada bentuk dan ukuran spata dan spadiks. Bila terjadi
pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Pada mulanya, buah akan berwarna
hijau dan semakin tua akan berubah menjadi merah. Kulit buah yang telah
berwarna merah akan mudah dikupas. Didalamnya, terdapat biji yang berwarna
cokelat.
Sumber : https://www.tanamanku.net/mengenal-jenis-tanaman-hias-aglaonema.html

Komentar
Posting Komentar