Alhamdulillah kita telah memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan sedangkan pintu-pintu kebaikan terbuka lebar. Bulan yang semua umat islam wajib untuk berpuasa sebulan penuh kecuali yang memiliki udzur. Sungguh, sebuah kesempatan untuk meraih ampunan dan kebaikan yang berlipat-lipat.
Rasulullah
yang mulia pernah bersabda memberikan kabar gembira kepada umat beliau,
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas
dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan
diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Hadits nabi diatas menjelaskan salah satu keutamaan
berpuasa Ramadhan, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Begitu indahnya
islam, begitu Pemurahnya Allah Azza wa Jalla. Orang yang berpuasa Ramadhan
diberi kesempatan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Maka siapa yang
tidak ingin untuk diampuni dosa-dosanya ? sedangkan kebanyakan kita adalah
memiliki dosa-dosa.
Menjelaskan hadits ini, al-Hâfidz Ibn Hajar menuturkan
dalam kitabnya, Fath al-Bâri:
“Maksud dari lafadz,
“Iman[an]” adalah meyakini kewajiban puasanya [Ramadhan]. Sedangkan maksud
lafadz, “Ihtisab[an]” adalah mencari pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Al-Khatthabi berkata, “Ihtisab[an]” maksudnya “Azimah”, yaitu berpuasa dengan
konotasi mengharapkan pahala-Nya, dengan jiwa yang bersih terhadapnya, tidak
merasa berat menjalankan puasa, dan mengulur-ulur harinya.
Imam an-Nawawi juga menjelaskan hadits di atas dengan
menyatakan:
“Makna “Iman[an]” adalah
membenarkan, bahwa itu memang benar, dengan nilai keutamaan. Sedangkan makna
“Ihtisab[an]” adalah dia menginginkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan berharap
dilihat manusia, dan bukan yang lain. Sesuatu yang menyalahi keikhlasan.”
Sumber:
https://muslim.or.id/17294-kajian-ramadhan-3-puasa-karena-iman-dan-mengharap-pahala.html
http://www.dakwah-bekasi.com/syarah-hadits-1-makna-iman-dan-ihstisab-dalam-puasa-dan-qiyam-ramadhah/
Komentar
Posting Komentar